TASIKMALAYA, TentaraPolisi.id – Kabar kurang sedap kembali menerpa distribusi bantuan pangan di Kota Tasikmalaya. Seorang warga Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, berinisial D, dikejutkan dengan temuan karung beras bantuan dari Perum Bulog yang diduga tidak sesuai dengan berat yang tertera pada kemasan.
Peristiwa ini mendadak menjadi sorotan publik setelah foto penimbangan ulang beras tersebut beredar. Dalam kemasan karung berwarna putih dengan logo Bulog dan Badan Pangan Nasional tersebut, jelas tertulis “Berat Bersih 10 kg”. Namun, saat diletakkan di atas timbangan digital milik warga, angka yang muncul justru jauh dari harapan.
Kronologi Temuan: Selisih Hingga 3 Kilogram?
Berdasarkan informasi yang dihimpun, inisial D menerima beras tersebut sebagai bagian dari program bantuan pangan untuk masyarakat. Merasa ada yang janggal dengan bobot karung yang terasa lebih ringan dari biasanya, ia memutuskan untuk melakukan penimbangan ulang secara mandiri.
Hasilnya mengejutkan. Layar digital pada timbangan menunjukkan angka 7.00 (diduga dalam satuan kilogram). Jika benar, artinya terdapat selisih atau “penyusutan” sebesar 3 kg dari total 10 kg yang seharusnya diterima.
“Awalnya curiga karena karungnya terlihat tidak padat. Pas ditimbang sendiri, ternyata cuma 7 kg. Ke mana yang 3 kg lagi? Bagi kami rakyat kecil, satu atau dua liter beras itu sangat berharga,” ujar salah satu kerabat D yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan Terhadap Kualitas dan Pengawasan
Kasus yang dialami oleh saudara D di Kelurahan Panglayungan ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai sistem pengawasan distribusi bantuan di wilayah Tasikmalaya.
Beberapa poin yang kini menjadi perdebatan publik antara lain:
Proses Pengemasan: Apakah terjadi kesalahan teknis saat pengisian beras di gudang (human error)?
Penyusutan Alami vs Kesengajaan: Apakah ini murni penyusutan kadar air atau ada oknum yang bermain di rantai distribusi?
Kualitas Timbangan: Masyarakat juga mempertanyakan apakah timbangan yang digunakan warga sudah terkalibrasi, ataukah timbangan di pihak penyalur yang bermasalah.
Pihak Terkait Perlu Segera Bertindak
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak pihak Kelurahan Panglayungan maupun Perum Bulog Cabang Tasikmalaya untuk memberikan klarifikasi resmi. Jika hal ini dibiarkan, dikhawatirkan kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pemerintah akan menurun.
Warga berharap ada pengecekan ulang (sampling) terhadap stok beras yang belum dibagikan kepada penerima manfaat lainnya guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.
(Tim)









