TASIKMALAYA, tentarapolisi.id — Suasana penutupan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang digelar oleh Surat Kabar Umum (SKU) Tentara-Polisi berubah menjadi luar biasa dan penuh kekuatan. Puncak acara dihiasi penampilan seni debus ekstrem dari Dede Bule yang memukau sekaligus memukau hati seluruh warga yang hadir, menyajikan warisan leluhur yang sarat makna perjuangan, Minggu (16/08/2026).
Dihadapan ratusan warga yang berdesak-desakan menyaksikan, Dede Bule memperagakan aksi-aksi debus yang memacu adrenalin — ketahanan tubuh terhadap benda tajam, api, dan berbagai ujian kekuatan fisik — semuanya dilakukan dengan penuh keyakinan dan ketabahan. Penampilan itu bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan simbol ketangguhan dan keberanian yang menjadi jiwa bangsa Indonesia.
Kang Candra: Debus Sudah Ada Sejak Abad 16, Semangat Mengusir Penjajah
Seniman sekaligus budayawan Kota Tasikmalaya, Kang Candra, yang hadir dalam acara tersebut memberikan penjelasan mendalam tentang sejarah dan makna seni debus. Menurut beliau, seni ini bukan hiburan semata, melainkan bagian dari sejarah perjuangan bangsa yang telah berusia berabad-abad lamanya.
“Seni debus ini sudah diperagakan sejak abad ke-16. Dahulu, seni ini menjadi penyemangat sekaligus bukti kekuatan rakyat dalam menghadapi penjajah. Bahkan saat masa perjuangan melawan penjajah Belanda, debus menjadi simbol keberanian dan ketangguhan rakyat yang tak mudah dikalahkan,” ungkap Kang Candra dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Kang Candra menegaskan bahwa nilai-nilai dalam debus — kebersamaan, keyakinan, ketabahan, dan kekuatan batin — adalah cerminan jiwa kemerdekaan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, menampilkan debus di peringatan HUT RI ke-81 bukan sekadar menghibur, melainkan menghidupkan kembali semangat leluhur yang telah berjuang demi kemerdekaan tanah air.
Simbol Semangat Merdeka yang Tak Kunjung Padam
Penampilan Dede Bule yang gagah berani disambut tepuk tangan meriah dan sorak-sorai warga. Banyak yang terkesan bukan hanya karena kehebatan aksinya, melainkan karena makna sejarah yang terkandung di dalamnya. Acara penutup ini menjadi penutup yang sangat bermakna bagi seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 yang diselenggarakan SKU Tentara-Polisi.
Pimpinan SKU Tentara-Polisi, Ade Irawan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dede Bule, Kang Candra, serta seluruh warga yang hadir.
“Kami ingin peringatan kemerdekaan ini tidak sekadar seremonial. Lewat debus, kami ingin mengingatkan kembali: semangat perjuangan leluhur sejak ratusan tahun lalu itulah yang membawa kita ke kemerdekaan hari ini. Semoga semangat itu terus menyala di dada setiap warga Tasikmalaya,” ujarnya.
Dengan berakhirnya penampilan debus tersebut, rangkaian peringatan HUT RI ke-81 yang digelar SKU Tentara-Polisi resmi ditutup dengan penuh kebanggaan, haru, dan semangat baru untuk terus menjaga persatuan dan kemerdekaan Indonesia.
-Tim-








