Tasikmalaya, tentarapolisi.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan sebanyak 26 dari total 27 kabupaten dan kota di wilayah tersebut kini tengah dilanda kekeringan dan krisis air bersih. Hingga saat ini, tercatat hanya Kabupaten Kuningan yang tidak mengalami krisis air bersih.
Sebagai langkah penanganan, BPBD bersama elemen lintas sektoral telah mendistribusikan total 27,6 juta liter air bersih ke berbagai titik kekeringan. Penyaluran bantuan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari PMI, PDAM, Polres, Kodim, BBWS, Baznas, komunitas, dunia usaha, Kementerian PU, Tagana, hingga pemerintah daerah setempat.
Wilayah Terdampak Paling Parah
Kabupaten Bekasi menjadi wilayah dengan dampak kekeringan paling parah di Jawa Barat. Untuk membantu warga di wilayah tersebut, tim gabungan telah menyalurkan sedikitnya 11,2 juta liter air bersih.
Selain Bekasi, Kabupaten Bogor juga mengalami kondisi serupa dengan total distribusi air bersih mencapai 5,5 juta liter. Beberapa daerah lain yang menerima bantuan dalam jumlah besar di antaranya:
- Kabupaten Ciamis: 1,5 juta liter
- Kabupaten Pangandaran: 1,3 juta liter
- Kota Tasikmalaya: 1,2 juta liter
Hadi menegaskan bahwa proses distribusi air bersih masih terus berlangsung hingga saat ini. BPBD berkomitmen untuk bergerak cepat dalam merespons laporan masyarakat yang membutuhkan pasokan air.
“Saat ini, air bersih terus dialirkan BPBD ke sejumlah titik terdampak kekeringan. Kami bergerak cepat, jika ada yang melapor membutuhkan air bersih, BPBD akan mengirimkannya,” pungkas Hadi.***










