Diduga !!! Ada Permainan di System Penerimaan Murid Baru 2026

Berita Daerah89 Dilihat

TASIKMALAYA KOTA, TentaraPolisi.id – Carut marutnya System Penerimaan Murid Baru 2026 menjadi sorotan publik dan menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat khususnya orangtua siswa yang ingin melanjutlan pendidikan anaknya.

Salah Satunya terjadi di sebuah SMA Negeri yang berada di Kelurahan Parakannyasag Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, yang mana siswa yang daftar melalui jalur zonasi ditolak atau tidak diterima.

Setelah melalui penelusuran tim media, siswa tersebut tidak diterima dengan dalih ada penolakan dari yang bersangkutan, saat dikonfirmasi kepada siswa dan orang tuanya ternyata tidak pernah melakukan penolakan melalui sistem.

Dari hasil penelusuran tersebut, awak media mencoba mengklarifikasi kepada pihak sekolah. Namun pihak sekolah tetap tidak bisa menerima siswa tersebut dengan alasan sudah ditentukan oleh system.

Menurut NA, salah seorang panitia penerimaan siswa baru di SMA tersebut, setelah diperiksa dari akun pendaftaran siswa, ternyata siswa tersebut sudah terdaftar di sekolah lain.

“Mohon maaf kami tidak bisa menerima siswa tersebut karena sudah terdaftar di sekolah lain”, ucapnya

Adu argumenpun terjadi antara awak media dengan pihak sekolah, mewalili pihak orang tua awak media mencoba memperjuangkan hak pendidikan anak tersebut.

Menurutnya ia akan terus memperjuangkan hak pendidikan anak ini sampai dengan anak tersebut bisa melanjutlan pendidikannya di sekolah yang diharapkannya.

“Karena ini bukan kesalahan yang dilakukan dan disengaja oleh siswa, maka saya akan terus memperjuangkan hak pendidikan anak tersebut”, ujarnya.

“Ini jelas-jelas ada permainan dibalik system penerimaan murid baru sekarang ini, dan penolakan dilakukan sepihak dan seolah kesalahan itu dilakukan oleh individu siswa”, tambahnya.

Dari kejadian tersebut pihaknya akan melaporkan kepada Kantor Cabang Dinas Provinsi untuk segera diperiksa dan ditindaklanjuti.

Sampai dengan berita ini diturunkan belum ada kepastian tetkait keberlangsungan pendidikan siswa tersebut. Apakah bisa ditolelir atau tetap menjalanlan system yang kacau ini.

(CH)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *