Ketua DPD HIPSI Ditolak Masuk Dapur MBG Tamanjaya: Penghambatan Tugas Jurnalistik? Pengelolaan IPAL Dipertanyakan

Berita Daerah15 Dilihat

KOTA TASIKMALAYA, Tentarapolisi.id — Upaya tim Himpunan Insan Pers Solidaritas Indonesia (HIPSI) melakukan pengawasan terkait pengelolaan limbah di dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tamanjaya justru mendapat penolakan. Ketua DPD HIPSI Kota Tasikmalaya menilai hal ini merupakan bentuk penghambatan tugas jurnalistik, padahal program tersebut dibiayai dana negara.

Peristiwa berlangsung Jumat (14/8/2026), saat tim HIPSI mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanjaya 04 yang dikelola Yayasan Boga Sukses Berkah. Tujuan kedatangan adalah konfirmasi dan pengecekan sistem pengelolaan air limbah atau IPAL, demi memastikan pengelolaan sudah sesuai standar dan tidak mencemari lingkungan sekitar.

Namun, salah satu staf akuntan di lokasi menolak memberikan akses maupun informasi, dengan alasan semua hal harus mendapat izin langsung dari pimpinan yayasan.

“Program MBG menggunakan dana negara dan melayani kepentingan masyarakat luas. Seharusnya prinsip keterbukaan informasi dijunjung tinggi. Penolakan seperti ini justru memunculkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat,” tegas Ketua DPD HIPSI Kota Tasikmalaya di lokasi kejadian.

Pihaknya menegaskan, pers memiliki hak menjalankan fungsi pengawasan sosial. Terutama soal pengelolaan limbah yang berkaitan erat dengan kesehatan dan lingkungan warga.

“Kami tidak menuduh apa-apa. Kami hanya ingin memastikan apakah pengelolaan limbah di dapur MBG Tamanjaya sudah memenuhi baku mutu sesuai ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta tidak mencemari lingkungan sekitar,” tambahnya.

HIPSI pun mendesak Badan Gizi Nasional dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya untuk turun langsung melakukan pemeriksaan di lokasi. Sementara itu, surat resmi permintaan klarifikasi juga akan segera dilayangkan kepada pihak Yayasan Boga Sukses Berkah.

“Tujuan program MBG sangat mulia, guna meningkatkan pemenuhan gizi anak. Namun jangan sampai di satu sisi menyehatkan, di sisi lain justru menimbulkan masalah lingkungan yang baru,” pungkas Ketua DPD HIPSI.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Yayasan Boga Sukses Berkah belum memberikan tanggapan maupun keterangan resmi terkait peristiwa penolakan akses tersebut.

-TIM-

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *