Tuntut Transparansi Kompensasi, Tokoh Masyarakat Cipedes Blokir Akses Pekerjaan Menara Protelindo

Berita Daerah39 Dilihat

TASIKMALAYA KOTA, TentaraPolisi.id  – Gelombang protes warga kembali memanas terkait proyek infrastruktur telekomunikasi. Akses pengerjaan menara (tower) milik PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) di Jl. KH Ma’mun Sodik  Cipedes Kota Tasikmalaya resmi diblokir oleh warga setempat pada Selasa (19/5/2026). Aksi ini dipimpin langsung oleh salah satu Tokoh Masyarakat yang paling dihormati dan disegani di daerah tersebut, Endang Bakir.

Langkah tegas ini diambil menyusul adanya ketidakjelasan mengenai hak-hak kompensasi serta kesejahteraan warga yang terdampak langsung oleh keberadaan menara telekomunikasi tersebut.

Awal Mula Masalah: Warga Menuntut Janji yang Belum Terealisasi
Dalam sebuah wawancara eksklusif di kediamannya, Endang Bakir yang didampingi oleh beberapa perwakilan pemuda dan warga setempat, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas sikap sepihak pihak pengembang.

“Sejak awal, saya adalah orang yang menjembatani dan mengurus perizinan awal dari masyarakat agar proyek ini bisa berjalan. Kami menyambut baik pembangunan. Namun, ketika menara sudah berdiri dan mulai beroperasi, keluhan demi keluhan dari masyarakat terus berdatangan kepada saya,” ujar Endang Bakir dengan nada kecewa.

Menurutnya, sebagai garda terdepan tempat warga mengadu, dirinya merasa memiliki tanggung jawab moral yang besar. Keluhan warga mencakup masalah dampak lingkungan hingga kompensasi sosial yang hingga kini belum diselesaikan atau tidak kunjung dicairkan secara transparan kepada masyarakat sekitar lokasi menara.

Blokir Akses Sebagai Jalan Terakhir
Sebagai bentuk nyata dari penolakan terhadap kelanjutan operasional atau pengerjaan di area menara tersebut, warga telah membuat Surat Berita Acara resmi dengan Nomor ID: JAW-Jb-TSM-0017 tertanggal 19 Mei 2026. Dalam surat tersebut tertulis jelas komitmen warga untuk menolak segala bentuk aktivitas di lokasi menara sampai ada itikad baik dari Protelindo.

“Hari ini, kami bersama warga sepakat untuk memblokir total akses pengerjaan menara. Kami akan bertahan sampai ada kepastian hukum dan realisasi kompensasi yang konkret. Jika kompensasi belum turun, tidak akan ada pekerjaan yang boleh dilakukan di sini,” tegas Endang.

Aksi penutupan akses ini berjalan dengan aman dan kondusif, namun warga memastikan situasi akan tetap seperti ini sampai ada respons yang memuaskan dari pihak perusahaan.

Harapan Warga: Kesejahteraan dan Keamanan Lingkungan
Endang Bakir menambahkan bahwa tuntutan masyarakat sebenarnya sangat sederhana: Keadilan, Transparansi, dan Keamanan. Keberadaan menara berkapasitas besar di pemukiman padat penduduk selalu menyisakan kekhawatiran tersendiri bagi warga, mulai dari risiko petir hingga dampak radiasi jangka panjang.

Oleh karena itu, warga menuntut agar pihak Protelindo segera duduk bersama, membuka ruang dialog yang sehat, dan memberikan hak kompensasi yang adil demi menjamin kesejahteraan dan ketenangan warga.

“Harapan kami, Protelindo segera memberikan kompensasi yang layak untuk masyarakat. Intinya, ini demi kesejahteraan warga sekitar agar suasana kembali aman, tenteram, dan tidak ada lagi yang merasa dirugikan,” pungkas Endang Bakir menutup pembicaraan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perwakilan dari Protelindo belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi pemblokiran akses yang dilakukan oleh warga Cipedes ini. Warga menegaskan akan terus mengawal kasus ini sampai hak-hak mereka terpenuhi sepenuhnya. (Tim)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *