PESANGGRAHAN CILACAP, TentaraPolisi.id – Dalam upaya menjaga kelestarian adat istiadat, Pemerintah Desa Pesanggrahan menggelar rangkaian acara Memetri Bumi atau Selamatan Bumi pada Jumat (1/05/2026).
Acara ini merupakan agenda tahunan yang sakral sebagai bentuk rasa syukur dan doa keselamatan bagi seluruh warga desa.
Rangkaian ritual telah dimulai sejak Kamis sore dengan prosesi ‘Umbul Donga’ (panjatan doa) yang dilaksanakan di Panembahan Mbok Ajeng Watulindang. Meski cuaca sempat mendung pekat, prosesi doa tersebut berlangsung dengan lancar dan khidmat.
Salah satu bagian penting dalam acara ini adalah ‘Ujudan’. Menurut Kepala Desa Pesanggrahan, ritual ujudan dipimpin oleh pemuka agama (Pak Kiai) sebagai simbolisasi dari niat dan doa warga atas situasi serta keadaan di desa tersebut. Hal ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami istilah-istilah kejawen dan nilai-nilai spiritual leluhur.
Sebagai wujud ‘uri-uri(melestarikan) budaya’, acara Memetri Bumi ini tidak lepas dari seni pertunjukan ‘Wayang Kulit’. Pada tahun ini, pertunjukan wayang menghadirkan Dalang Wiji Wardoyo.
Kepala Desa Pesanggrahan menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, tradisi menanggap wayang setiap tahun tidak pernah terlewatkan.
“Ini adalah kepercayaan di sini, harus menanggap wayang. Kalau tidak, rasanya ada yang kurang atau ‘ora ilok’ dalam bahasa Jawanya,” ujarnya.
Mengingat masa jabatannya yang akan berakhir pada 1 Maret 2027, Kepala Desa berharap seluruh program desa dan kegiatan adat dapat terus berjalan dengan lancar tanpa hambatan hingga akhir masa baktinya.
Kegiatan Memetri Bumi ini diharapkan dapat terus mempererat tali silaturahmi antar warga sekaligus memastikan warisan budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
(Tim)









