Himpunan Muda-Mudi Sukamaju Wujudkan Cintanya Kepada Rosululloh SAW Melalui Peringatan Isra Mi’raj

Berita Daerah35 Dilihat

TentaraPolisi.id – Di tengah hembusan angin awal tahun yang membalut Kota Tasikmalaya, gema shalawat membubung tinggi menembus langit Himpunan Muda-Mudi Sukamaju (HM2S), Jl. Ampera Sukamaju II  RW 016 Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya pada Rabu malam 14 Januari 2026. Generasi muda  dan masyarakat sekitar bersimpuh dalam khidmat menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Momentum di awal tahun ini dijadikan wasilah untuk mempertebal kecintaan kepada Baginda Rasulullah SAW sekaligus sarana refleksi spiritual bagi jama’ah.

Suasana semakin khusyuk saat KH. Beben Munawar, menaiki mimbar. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan Tiga poin esensial yang menjadi sari pati dari peristiwa Isra Mi’raj untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Poin pertama inti dari peringatan Isra Mi’raj ini adalah Cinta Alloh SWT kepada makhluk-Nya”, ujar KH. Beben.

Hikmah yang kedua dari peristiwa Isra Mi’raj adalah Cintanya Rosululloh SAW kepada umatnya. Sementara yang ketiga adalah Ibu dan Bapak terhadap anaknya,” tegasnya.

Hakikat dari peringatan Isra Mi’raj itu sendiri adalah kita harus meningkatkan nilai ibadah dalam keseharian terutama jangan pernah sekali-kali meninggalkan sholat lima waktu, yang mana sholat tersebut adalah hasil dari di Isro dan di Mi’rajkannya Rosululloh SAW.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Tasikmalaya H. Andi Warsandi, SE, Babinsa dan Babimkamtibmas Kelurahan Panglayungan serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang berada di sekitar RW 016 juga masyarakat yang berdekatan dengan wilayah tersebut.

Selain tausiyah kegiatan peringatan Isro Mi’raj ini juga dimeriahkan oleh Kelompok musik Hijrah Voice (HIVO) yang tampil menawan di acara pembuka peringatan Isro Mi’raj yang diprakarsai oleh Himpunan Muda-Mudi Sukamaju. Hijrah Voice adalah kelompok anak muda yang dalam bermusiknya mengusung konsep sholawat dan religi. Hijrah Voice yang dibentuk pada Mei 2015 ini terdiri dari enam personil yang semuanya merupakan santri dari beberapa Pesantren ternama di Kota Tasikmalaya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Abhy yang merupakan juru bicara dari Hijrah Voice kepada . Keenam personil dari HIVO ini adalah Agnia Putri Abdi Abdian (vocal 1) dari Ponpes Sulalatul Huda Paseh, Aroz (Vocal 2) dari Ponpes Nurul Arif Salam Padayungan,Abhy (Vocal 3) dari Ponpes Miftahul Khoer Pasirbatang, Aher (keybord) dari Ponpes Amanatul Huda Babakan Kadu, Muhaemin (bass) dari Ponpes Sulalatul Huda Paseh dan Dins (gitar) dari Ponpes Al Ikhwan Cibeureum.

Menurut Abhy lima personil dari Hijrah Voice ini selain berlatar belakang santri juga merupakan anak band. “Kecuali Agnia Putri, kelima personil HIVO adalah anak band. Karena band masing-masing sudah tidak aktif, kami sepakat membentuk band tapi dengan konsep musik hijrah,” kata Abhy.

REFLEKSI AWAL TAHUN MENGENAL ALLAH LEBIH DEKAT

Ketua RW 016, Elan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa peringatan ini terintegrasi dengan pengajian rutin Muda-Mudi yang dilaksanakan setiap Rabu malam. Namun, kali ini dikemas khusus untuk memperingati perjalanan agung Rasulullah. Elang berharap kegiatan ini mampu memotivasi generasi muda dan masyarakat untuk terus belajar, terutama dalam memperkuat sisi tauhid

“Mudah-mudahan ini memotivasi kita semua untuk terus belajar. Peristiwa Isra Mi’raj memberikan pengetahuan spiritual tentang bagaimana kita bisa lebih mengenal Allah SWT secara mendalam,” terang Elang.

MENJAGA CAHAYA DI DALAM DADA

Usai acara, do’a yang di pimpin oleh Ust. Mamat, S.Pd.I dipanjatkan dengan penuh harapan agar keberkahan ilmu yang didapat menjadi cahaya yang menuntun langkah para jama’ah mengarungi masa depan dengan iman yang lebih kokoh. Ketika majelis perlahan membubarkan diri, aroma keberkahan seolah masih tertinggal di udara Sukamaju. Peringatan ini menjadi pengingat lembut, bahwa sejauh apa pun kaki melangkah mengejar dunia, ketenangan sejati hanya akan didapati saat ruhani kita ‘naik’ bertemu Allah dalam khusyuknya sujud.

Semoga cahaya Sidratul Muntaha tetap menyala di dalam dada, menghasilkan setiap langkah pengabdian hingga akhir hayat. (CH)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *