Ekspansi Berisiko Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)

Nasional49 Dilihat

TentaraPolisi.id – Pemerintah melalui Menteri Koperasi Ferry Juliantono akan mendorong penggelontoran kredit murah kepada masyarakat agar bisa terlepas dari rentenir  rentenir dan pinjaman online. Caranya lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang memberikan akses pinjaman dengan bunga rendah sebesar 6 persen per tahun.

Skema pembiayaan berbunga rendah itu nantinya dijalankan melalui unit lembaga keuangan ultramikro di dalam Koperasi Desa. Hal ini menindaklanjuti permintaan Presiden Prabowo Subianto agar 80 ribu KDMP menyediakan akses kredit murah bagi masyarakat, terutama yang masuk kelompok berpenghasilan rendah.

Kebijakan ini tak terlepas dari pertimbangan jomplangnya bunga pinjaman untuk kredit mikro bagi masyarakat kecil yang kini sebesar 24 persen, sementara pengusaha besar bisa mendapat bunga hanya 9-12 persen. Praktik bunga tinggi ini hendak dihilangkan dengan mengoptimalkan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih.

Dengan begitu, KDMP punya tambahan tugas selain menggerakkan perekonomian, dari mengelola berbagai bisnis di simpul ekonomi desa, hingga kini juga didaulat sebagai penyalur pembiayaan.

Penyaluran pembiayaan adalah suatu ranah bisnis yang punya aturan main jauh berbeda, ditambah manajemen risiko kredit yang seharusnya sangat ketat dan prinsip kehati-hatian yang tinggi.

Sejumlah ekonom dan pelaku usaha financial technology mengingatkan bahwa banyak hal harus diperhatikan Koperasi Desa dalam menyalurkan kredit dengan bunga rendah yang menyasar masyarakat kelompok berpenghasilan rendah dan minim agunan tersebut.

Selain itu, ada sejumlah risiko yang bakal muncul jika pemberlakuan bunga pinjaman 6 persen tak diiringi dengan keberlanjutan usaha koperasi.

Yang pasti, dengan tujuan awal pendirian untuk memperkuat ekonomi desa melalui kerja sama produksi, distribusi, dan kesejahteraan anggota, kini fokus Koperasi Desa akan bertambah.

Koperasi Desa Merah Putih bakal turut menggenjot penyaluran kredit mikro. Ekspansi lembaga ini pun akan “meramaikan” bisnis penyaluran kredit mikro yang sebelumnya ditangani oleh Bank Perekonomian Rakyat ataupun BRI lewat kredit usaha rakyat.

Lalu apa saja risiko yang bakal timbul dari Koperasi Desa yang terjun ke bisnis pembiayaan dengan bunga sangat rendah tersebut?

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *