Empat Titik Kebakaran Lahan Terjadi dalam Semalam di Kota Tasikmalaya, Damkar Berjibaku hingga Dini Hari

Berita Daerah5 Dilihat

TASIKMALAYA, tentarapolisi.id — Kebakaran lahan terjadi di empat titik berbeda di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dalam rentang waktu Rabu malam hingga Kamis dini hari, 7–8 Oktober 2026. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya harus berjibaku memadamkan api secara bergantian di sejumlah lokasi.

Dari empat titik tersebut, dua lokasi berada di Kecamatan Bungursari, sementara dua titik lainnya masing-masing berada di Kecamatan Cihideung dan Mangkubumi.

Kebakaran pertama terjadi di Jalan Cibeureum, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, sekitar pukul 19.30 WIB, Rabu (7/10/2026).

Selanjutnya, sekitar pukul 20.35 WIB, kebakaran lahan kembali terjadi di Jalan Letnan Kolonel R.E. Jaelani, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung.

Kebakaran ketiga kembali terjadi di Jalan Cibeureum, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, sekitar pukul 03.20 WIB, Kamis (8/10/2026).

Tidak berselang lama, titik kebakaran keempat dilaporkan terjadi di Kampung Bojong Limus, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, sekitar pukul 03.30 WIB.

Koordinator Lapangan (Korlap) Damkar Kota Tasikmalaya, Hendrik Setiana, membenarkan adanya empat kejadian kebakaran lahan tersebut.

“Memang betul kami berjibaku melakukan proses pemadaman kebakaran di empat titik berbeda dalam semalam,” ujar Hendrik, Kamis (8/10/2026).

Menurut Hendrik, seluruh kejadian tersebut merupakan kebakaran lahan. Dugaan sementara, kebakaran di sejumlah lokasi dipicu oleh kelalaian saat melakukan pembakaran.

“Empat titik ini semuanya kebakaran lahan yang rata-rata penyebabnya akibat kelalaian pembakaran,” jelasnya.

Untuk menangani kejadian tersebut, petugas Damkar Kota Tasikmalaya membagi personel ke sejumlah lokasi dengan mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran.

“Kami bagi petugas regu yang turun dengan menerjunkan empat unit fire truck untuk memadamkan kebakaran di empat titik berbeda,” ungkap Hendrik.

Ia menambahkan, kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Cihideung menjadi salah satu lokasi yang cukup besar sehingga petugas harus mengerahkan tiga unit mobil pemadam untuk melakukan proses pemadaman.

Petugas pun bekerja secara bergantian dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Setelah api berhasil dipadamkan di satu titik, personel langsung bergerak menuju lokasi berikutnya untuk melakukan penanganan.

“Kami mulai pemadaman di titik pertama sekitar pukul 19.30 WIB dan selesai pukul 04.20 WIB di titik keempat. Jadi petugas bergantian, ketika sudah padam di titik pertama, langsung menuju titik lainnya,” kata Hendrik.

Rangkaian kejadian tersebut membuat petugas Damkar harus bekerja selama hampir sembilan jam untuk memastikan seluruh titik kebakaran dapat dikendalikan.

Damkar mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas pembakaran di lahan, terutama pada kondisi yang berpotensi membuat api dengan cepat merambat. Kelalaian dalam mengendalikan api dapat menyebabkan kebakaran meluas dan membahayakan lingkungan sekitar.

-Rian Saputra-

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *