Menyatu Dua Keluarga Penuh Kehormatan: Rangkaian Adat Ngunduh Mantu Rekky & Tinky Berlangsung Khidmat & Meriah di Tasikmalaya

Ragam1 Dilihat

KOTA TASIKMALAYA. tentarapolisi.id — Suasana sakral, beradab dan penuh kehangatan meliputi Gedung Syahdika Grand Hall, Selasa (25/8/2026), saat digelarnya acara Ngunduh Mantu — salah satu tradisi adat paling bermakna di tanah Jawa, yang menandai peresmian penyatuan dua keluarga besar sekaligus langkah menuju rumah tangga baru bagi pasangan terkasih: Rekky Dwi Pahlawan, S. Tr.T dengan Wahyuni Bibit Prastiti, S.Psi (akrab disapa Tinky).

Setelah sebelumnya melaksanakan akad nikah pada 22 Agustus 2026 lalu di Cikarang.

Arti & Makna Luhur Tradisi Ngunduh Mantu

Secara harfiah “Ngunduh Mantu” berarti “mengambil/menerima anak menantu”, merupakan upacara adat inti: keluarga pihak pria datang secara resmi untuk memohon doa restu, menyampaikan niat suci sekaligus menerima calon istri menjadi bagian sepenuhnya dari keluarga besarnya, disambut hangat serta diserahkan secara terhormat oleh keluarga wanita — penuh tata krama, doa, dan kesepakatan baik kedua belah pihak. Bukan sekadar pesta, melainkan ikatan janji yang dihadirkan di hadapan Allah, orang‑tua, kerabat, serta saksi kehidupan.

Bertemu Dua Keluarga yang Terhormat

Rekky Dwi Pahlawan, S. Tr.T adalah putra kedua dari pasangan tokoh terhormat: Bapak Drs. H Yayat Sukmana, M.Pd dan Ibu Dra. Hj. Enok Maesaroh, M.Pd. Sementara sang calon istri — Wahyuni Bibit Prastiti, S.Psi (Tinky) — merupakan putri tunggal yang sangat dicintai dari pasangan: Bapak Ir. Agung Prayogi Santoso serta Ibu Dra. Titien Suwityowati. Kedua keluarga saling menyambut dengan penuh kerendahan hati dan penghormatan tinggi, melambangkan persaudaraan yang kini tak terpisahkan.

Jalannya Acara: Penuh Tata Krama & Kebersamaan

Acara berjalan berurutan mengikuti alur adat yang dijaga keindahannya: dimulai kedatangan rombongan keluarga pria disambut ramah tamah keluarga wanita, pertukaran tanda kasih dan pemberian seserahan, penyampaian niat baik serta penerimaan secara resmi “pengambilan menantu”, pembacaan doa keselamatan dan keberkahan, hingga penyerahan pengantin wanita secara tulus ikhlas agar kelak dibimbing, disayangi, dan dijunjung tinggi bersama keluarga barunya.

Seluruh rangkaian berlangsung sangat khidmat, tertib namun tak kalah meriah. Hadir memenuhi ruangan para kerabat dekat, keluarga luas, rekan sejawat, serta kenalan kedua mempelai — wajah‑wajah tamu berseri menyambut sukacita, ikut melewati setiap momen sakral sambil menaburkan harapan dan doa terbaik.

Harapan & Doa Sepanjang Upacara

Di penghujung acara disampaikan permohonan tulus dari kedua orang‑tua serta seluruh hadirin: semoga pasangan muda ini senantiasa dilindungi Allah SWT, rumah tangga yang dibina tumbuh kokoh berlandaskan iman, saling melengkapi, setia dalam suka maupun duka, serta benar‑benar mewujudkan cita‑cita semua keluarga: menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah — penuh ketenangan hati, kasih sayang yang tak putus, dan rahmat yang senantiasa mengalir. Semoga menjadi kebahagiaan dunia serta bekal kebaikan di akhirat kelak.***

 

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *