Klarifikasi Dandim 0612 Tasikmalaya : Keterlibatan Anggota TNI dalam Kasus Tramadol

TNI39 Dilihat

KOTA TASIKMALAYA, TentaraPolisi.id – Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han, menegaskan bahwa informasi viral di media sosial terkait dugaan keterlibatan anggota TNI dalam aksi pemukulan saat penertiban penjual obat terlarang jenis Tramadol adalah tidak benar.

Ia menjelaskan, narasi yang beredar di berbagai platform belum sepenuhnya sesuai fakta dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil penelusuran internal, individu yang disebut dalam unggahan tersebut memang merupakan anggota Kodim 0612/Tasikmalaya. Namun, keterlibatannya tidak seperti yang dituduhkan dalam konten yang beredar.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh satuan internal, kami pastikan yang bersangkutan tidak terlibat dalam tindakan sebagaimana yang dituduhkan di media sosial,” ujar Imvan kepada wartawan. Sabtu (18/04/2026)

Lebih lanjut, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Polres Tasikmalaya Kota dan Polres Tasikmalaya Kabupaten. Hasilnya, tidak ditemukan adanya kejadian seperti yang diinformasikan.

Ia menegaskan, apabila benar terjadi insiden tersebut, seharusnya ada laporan resmi dari korban kepada pihak kepolisian maupun instansi terkait seperti Subdenpom III/2-2 atau Kodim 0612/Tasikmalaya. Namun hingga saat ini, laporan tersebut tidak pernah ada.

Untuk memastikan kebenaran informasi, Kodim 0612/Tasikmalaya juga telah memanggil anggota yang bersangkutan guna dimintai keterangan oleh Staf Intel. Dari hasil penelusuran, akun media sosial yang menyebarkan informasi tersebut diketahui bersifat anonim dengan identitas yang tidak jelas.

Atas dasar itu, Dandim menegaskan bahwa institusi maupun personel TNI tidak memiliki keterkaitan dengan peristiwa yang dituduhkan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak langsung percaya atau menyebarkan informasi yang belum jelas. Informasi yang tidak akurat dapat merugikan banyak pihak dan berpotensi mengganggu stabilitas sosial,” tegasnya.

Di sisi lain, Kodim 0612/Tasikmalaya menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam memberantas peredaran obat terlarang dan narkotika di wilayah Tasikmalaya.

Menurutnya, masa depan generasi bangsa sangat ditentukan oleh keberhasilan bersama dalam melawan ancaman penyalahgunaan narkoba.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *